Newsroom    23 Juni 2023

Usai Danau Sultan, PLN Peduli Bersama Hutanriau Aksi Bersih dan Tebar Benih di Batang Kapas

Pekanbaru, GREEN-PT PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Tengah (UIP Sumbagteng) bersama Yayasan Hutanriau melaksanakan aksi konservasi sungai dan restocking (penyetokan kembali, red) benih ikan air tawar di Sungai Batang Kapas, Kampar Kiri Hulu, akhir pekan lalu. 

Kegiatan merupakan bagian dari program PLN Peduli isu sosial, alam dan iklim. Ada 11 ribu benih ikan baung yang disebar di tepian Batang Kapas. Sementara, sisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Bio dilakukan pembersihan area, utamanya dari sampah-sampah nonorganik. Kegiatan berlangsung selama tiga hari sejak Jumat sampai Ahad, 16-18 Juni 2023.

Pekan sebelumnya, agenda pertama dari program yang terkait dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, sudah juga dilakukan PT PLN UIP Sumbagteng bersama dengan Yayasan Hutanriau (koreksi: sebelumnya tertulis Hutan Riau) di Danau Sultan Taman Hutan Rakyat Sultan Syarif Hasyim (Tahura SSH) Minas, Kabupaten Siak. 

Manajer Perizinan dan Komunikasi PT PLN UIP Sumbagteng Eriko Putra mengatakan, aksi PLN Peduli adalah salah satu tanggung jawab sosial yang dilakukan PLN. Dalam sambutannya pada aktivitas Sabtu, 17 Juni 2023, pagi, ia menyampaikan apresiasi kepada pihak desa serta masyarakat yang telah menyambut kedatangan rombongan dari Pekanbaru. Suasana desa yang masih alami dan keramahtamahan yang melekat menjadikan rombongan semakin betah berlama-lama di sana.

Konservasi Air

“Alasan memilih Lubuk Bigau, lebih fokus terhadap sungai, air, serta konservasi. Ini momen yang masih alami sebagai warisan turun temurun,” katanya yang didampingi staf komunikasi, Fadli.

Sebanyak 11 ribu bibit ikan yang dilepasliarkan itu disebar di tepian Sungai Batang Kapas dan sekitar Air Terjun Jonjang. Eriko berharap, apa yang dilakukan dapat bermanfaat bagi masyarakat dan juga berguna untuk pelestarian sungai.

Sementara, Direktur Yayasan Hutanriau Widya Astuti menyebut, saat ini manusia mulai menantang dirinya untuk memberikan kontribusi terhadap bumi dan juga masyarakat yang telah menjaga lingkungan dan hutan, termasuk yang di hulu sungai. “Kegiatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia kali ini adalah konservasi sungai dan danau serta aksi bersih-bersih dan gotong royong. Kebetulan, sungai ini juga sebagai lubuk larangan,” katanya.

Menanggapi kegiatan tersebut, Kepala Desa Lubuk Bigau Rinas menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan PLN dan Yayasan Hutanriau yang telah berkenan menjadikan Lubuk Bigau menjadi tujuan program. “Ke depannya, semoga program ini dapat berkelanjutan atas bantuan yang diberikan. Potensi wisata di desa kami agar dapat dikembangkan bersama,” ucapnya.

Agenda pada Sabtu pagi itu diawali dengan sarapan. Beragam menu disediakan, utamanya berasal dari jenis makanan tradisional. Salah satunya tumis lompok yang berbahan dasar pucuk daun ubi, ayam kampung dan santan kelapa.

Berikutnya, masuk agenda utama program kali ini. Tim bersama warga sekitar melaksanakan aksi bersih-bersih. Pembersihan juga dipusatkan di lapangan tempat tenda ditancapkan. Selainnya, pembersihan dilakukan di tepian sungai.

Di sungai yang masih asri dan belum terjamah campur tangan manusia ini ada satu lubuk larangan. Di sini, ikan tidak boleh dipancing dan dipanen sebelum waktunya tiba. Biasanya waktu itu adalah hari-hari besar.

Yang sangat istimewa, sungai yang membentang luas ini airnya tembus pandang. Saat ikan-ikan kecil dilepaskan dari wadah pembawanya menuju sungai, kami dapat melihatnya dengan jelas berlarian di sela-sela jari kaki. 

Selepas zuhur, dilaksanakan kegiatan di Air Terjun Jonjang. Sesungguhnya, ada banyak air terjun di sekitar hutan belantara ini. Namun, yang cukup mudah dijangkau yakni Air Terjun Jonjang. Di atasnya ada Air Terjun Batang Kapas yang tingginya menurut warga sekira 174 meter.

Dengan gagahnya air terjun itu menyambut rombongan. Ada dua air terjun sekaligus. Satu air terjun utama yang cukup deras menyemburkan air ke dasar bebatuan. Di sebelahnya, air terjun yang tidak begitu deras. (rls)

Teks foto: Tim program dan para sukarelawan bersiap melepaskan benih ikan air tawar di Sungai Batang Kapas, Sabtu, 17 Juni 2023. (FOTO: IST)

Maton house blok D nomor 7 Jl Bakti VI, Kelurahan Tengkerang Barat
Phone: 082269559867
Copyright @2026. Green Radio Line