Newsroom    18 April 2023

Terima Sertifikasi Halal, Puan Pina Optimistis Kembangkan Pasar

Pekanbaru, GREEN-Kelompok Perempuan Sakura dari Kabupaten Siak semakin optimistis mengembangkan usaha mereka berupa produk olahan hasil pertanian dari buah nenas. Keyakinan ini muncul karena mereka telah mengantongi Sertifikasi Halal dan tengah atau segera mengurus perizinan-perizinan lainnya. 

"Kami yakin. Produksi kami terus meningkat waktu demi waktu," kata Mulya Gustina, pendamping Sakura. Ia mengungkap, secara rutin Sakura mendistribusikan produksinya setidaknya 100 kemasan produk Puan Pina (merek dagang yang dipakai Sakura, red). Masing-masing adalah 50 botol sirup dan 50 botol selai.

Sertifikasi halal diperoleh pada April 2023. Awalnya, proses perolehan sertifikat tak berjalan mulus, sehubungan berpindahnya kewenangan Sertifikasi Halal tersebut dari Majelis Ulama Indonesia ke Kementerian Agama (Kemenag) RI. Sekira tiga hingga empat bulan waktu yang harus dilalui ketika belum ada prosedur baku dan mekanisme yang jelas di Kemenag.

Namun, setelah waktu berjalan, ditambah telah ada pendamping usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan kejelasan mekanisme di Kemenag, Puan Pina mendapatkannya. Apalagi, pola sertifikasi halal saat ini adalah dalam 12 hari pengurusan, produk yang mendaftar harus sudah mendapatkan sertifikasinya.

"Pelatihan dan verifikasi bergulir lanjutannya akan dilakukan setelahnya. Ini karena sistem sekarang memudahkan pelaku usaha," kata Mulya lebih lanjut. Mulya menyampaikannya di sela-sela kegiatan buka bersama tajaan Lembaga Pemberdayaan Ekonomi dan Sosial Masyarakat (LPESM) dengan institusi yang bekerja erat bersama mereka, Senin, 17 April 2023, di Pekanbaru.

Izin Lain

Selanjutnya, Sakura yang berdomisili di Desa Temusai, Kecamatan Bunga Raya tengah mengurus Izin PIRT (Produksi Industri Rumah Tangga). Izin ini berlaku untuk lima tahun. Nanti Izin akan diterbitkan Dinas Kesehatan Kabupaten Siak. 

Berikutnya lagi, Puan Pina berupaya mendapatkan izin Peredaran Obat dan Makanan (POM).

Rencana-rencana dan terobosan-terobosan ke depan yang Sakura segera lakukan sangat didukung LPESM yang selama ini mendampingi Sakura melebarkan sayap terutama dalam hal produksi dan pemasaran. Dengan keterlibatan Greenradioline.id, Sakura bersama kelompok-kelompok perempuan lainnya kini sudah memiliki lapak sendiri bernama Galeri Kampung di Mal Pekanbaru. 

Berbagai produk masyarakat lokal Riau dipajang dan dijual di sana. Sebagian besar pengisinya adalah kelompok-kelompok perempuan.

"Kita akan terus mengembangkan kelompok-kelompok perempuan ini. Selain ada gerai dan membuka berbagai jalur-jalur pemasaran, kita sering membantu mereka agar dapat mengikuti pameran-pameran di berbagai kota di Indonesia," kata Woro Supartinah, direktur LPESM. (din)
 

Teks foto: Seorang pengunjung dari Saingapura berfoto dengan botol selai nenas yang dibelinya dari Kelompok Perempuan Sakura saat mengunjungi bazar UMKM di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau beberapa waktu lalu. (ist)

Maton house blok D nomor 7 Jl Bakti VI, Kelurahan Tengkerang Barat
Phone: 082269559867
Copyright @2024. Green Radio Line