Green Radio Line, Jakarta - Menghadapi krisis ekologis di Riau Rumah Sunting bergerak dengan pendekatan berbasis seni budaya, dan kearifan lokal diantara lembar-lembar buku yang dibaca dan jejak langkah yang ditempuhnya dalam dunia seni puisi, Kunni Masrohanti menanam sebuah gagasan yang kini dikenal luas sebagai Literasi Konservasi, lewat Rumah Sunting yang ia dirikan sejak Tahun 2012
Menurut Kunni, "Literasi Konservasi, sebuah konsep yang memadukan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan dengan kepedulian terhadap kelestarian alam", ungkap Kunni. Disela kesibukan di berbagai tempat, dari Desa yang berada dikawasan SM Rimbang Baling, Provinsi Riau, hingga beberapa Daerah di Pulau Jawa, Kunni tak jarang, turut mengisi acara dengan membaca Puisi, ia tampil sebagai Penyair Perempuan Indonesia, Green Radio Line, berkesempatan menjumpainya dalam moment khusus,perempuan yang kerap di panggil Mak Kunni, menceritakan banyak hal tentang Komunitas Rumah Sunting, yang dibangun hingga terus berkembang.
Kunni, menjabarkan tentang literasi yang tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menulis,"Literasi adalah proses membangun kesadaran, memperluas pemahaman, dan menumbuhkan tanggung jawab sosial"ujarnya.Dari pemikiran itulah lahir keyakinan bahwa pelestarian lingkungan harus dimulai dari pengetahuan. Masyarakat yang memahami alam akan lebih terdorong untuk menjaganya.Kini ia tengah sibuk mempersiapkan Festival Seni Budaya untuk Kabupaten Siak
Dan juga berbagai kegiatan edukasi, pendampingan, dan gerakan literasi untuk masyarakat SM Rimbang Baling, tepatnya Desa Tj.Beringim. Komunitas Rumah Sunting bersama masyarakat dilokasi dampingan menurut Kunni, melihat hubungan yang erat alam dan kearifan lokal, bagaimana hutan, sungai, dan satwa yang telah dijaga dengan tradisi sekaligus memahami ancaman yang akan dihadapi.
Gagasan Literasi Konservasi yang dicetuskannya bukan sekadar konsep akademik. Ia tumbuh menjadi gerakan yang menghubungkan dunia pendidikan dengan upaya pelestarian lingkungan. Sementara tindakan nyata menjadi buah dari pengetahuan yang diperoleh.
Di tengah tantangan zaman yang ditandai oleh krisis lingkungan dan derasnya arus informasi, Kunni Masrohanti terus menyuarakan pentingnya literasi yang berorientasi pada keberlanjutan.
Ia meyakini dari gerakan yang dia bangun akan berdampak, karena perubahan besar selalu berawal dari kesadaran yang dibangun secara konsisten.
Melalui Literasi Konservasi, Kunni Masrohanti menghadirkan sebuah pesan sederhana namun mendalam: menjaga alam bukan hanya soal tindakan, melainkan juga soal pengetahuan. Sebab, dari pemahaman lahir kepedulian, dan dari kepedulian tumbuh komitmen untuk merawat bumi bagi generasi yang akan datang.
Tim Green Radio Line
Foto : Rumah Sunting





