Afdhal    23 April 2022

Resmi Diluncurkan, LSM Paradigma Fokus ke Potensi Nilai Karbon

PEKANBARU - Kelompok aktivis lingkungan Riau resmi meluncurkan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Paradigma di Hotel Aryaduta, Pekanbaru, Rabu (20/4/2022). Direktur Paradigma, Riko Kurniawan, mengatakan prioritas LSM Paradigma adalah mengawal kesadaran terhadap nilai ekonomi karbon agar masyarakat tidak lagi mengalami kerugian akibat ketidaktahuan tentang potensi nilai karbon yang sebenarnya.

"Lahirnya LSM ini merupakan bagian dari perjuangan ekologis untuk masyarakat Riau dan Indonesia, agar masyarakat jangan kembali dibodoh-bodohi karena ketidaktahuan mereka tentang potensi nilai karbon," kata Riko.

Ia memaparkan, khusus untuk Provinsi Riau LSM Paradigma akan mendorong percepatan perhutanan sosial yang saat ini dinilai berjalan lambat. Diketahui dari alokasi pemerintah seluas 1,2 juta hektare, perhutanan sosial di Riau baru terealisasi sekitar 100 ribuan hektare atau sekitar 10 persen. 

"Padahal jika terealisasi maksimal, maka ini menjadi potensi nilai karbon yang strategis bagi masyarakat di tingkat tapak," ujarnya. 

Pengelolaan karbon, kata Riko, harus dikuasai sepenuhnya untuk kesejahteraan masyarakat. Potensi nilai karbon akan menjadi penting bagi masa depan Indonesia dan harus dilakukan secara transparan, karena pemanfaatan nilai karbon merupakan bisnis baru yang potensinya sangat besar serta dijalankan tanpa perlu merusak lingkungan sebagaimana bisnis kehutanan sebelumnya seperti Hutan Tanaman Industri (HTI) maupun perkebunan. 

"Hutan yang sudah rusak di Riau harus dikembalikan fungsinya, sementara yang tersisa harus dijaga jangan sampai dirusak apalagi diklaim oleh segelintir pihak lainnya," jelasnya. 

Potensi nilai ekonomi karbon ini juga telah tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 98 tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) untuk Pencapaian Target Kontribusi yang Ditetapkan Secara Nasional dan Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca dalam Pembangunan Nasional. 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun telah menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen untuk mengurangi emisi di dunia, salah satunya dengan nilai ekonomi karbon. 

"Indonesia akan dapat berkontribusi lebih cepat bagi Net-Zero Emission dunia. Selain itu, carbon market dan carbon price (nilai ekonomi karbon) harus menjadi bagian dari upaya penanganan isu perubahan iklim. Ekosistem ekonomi karbon yang transparan, berintegritas inklusif dan adil harus diciptakan," kata Jokowi dalam KTT Perubahan Iklim World Leaders Summit di Glasgow, 1 November 2021 yang lalu. 

Sementara itu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Siti Nurbaya, menyambut baik kehadiran LSM Paradigma. Ia menegaskan bahwa LSM adalah organisasi di luar struktur pemerintahan tetapi memiliki kapasitas untuk mempengaruhi kebijakan pemerintah berkat data temuan di lapangan yang dilakukan oleh LSM.

Siti Nurbaya mengingatkan posisi strategis Riau sehingga harus dikelola dengan baik. 

"Contoh saja dari target 1,2 juta perhutanan sosial di Riau mengalami hambatan setelah 7 tahun karena berbagai faktor. Persoalan Perda (Peraturan Daerah) sudah bisa diatasi, maka mari sekarang lakukan segera percepatan," ujarnya.

"LSM harus adil dan objektif, bersama mari kita percepat hal-hal yang menjadi hak rakyat dan hal-hal yang diperlukan bagi kepentingan rakyat. Selamat atas kehadiran Paradigma, selamat bertugas."

Turut hadir dalam peluncuran LSM Paradigma Gubernur Riau Syamsuar, Kepala Kepolisian Daerah Riau M. Iqbal, Tenaga Ahli Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Non Government Organization (NGO) se-Riau, perwakilan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Riau dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Riau.

 

Reporter : Rinai BK

Maton house blok D nomor 7 Jl Bakti VI, Kelurahan Tengkerang Barat
Phone: 082269559867
Copyright @2022. Green Radio Line