Newsroom    16 Oktober 2020

Petani Mandiri Sawit Inginkan Manfaat Biodiesel

PEKANBARU- Program pemerintah mewajibkan pencampuran 30% biodiesel ke dalam solar (B30) belum menyentuh petani sawit mandiri. Petani sawit mandiri belum menjadi bagian prioritas dari rantai pasok biodiesel, bahkan bahan baku industri biodiesel sebagian besar berasal dari perusahaan asing asal Malaysia, demikian aspirasi disampaikan aktivis Serikat Petani Sawit.

Alokasi dana Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) sebagian besar menguntungkan korporasi sawit yang menguasai hulu hingga hilir. “Dana BPDP-KS tahun 2019 dari pungutan ekspor sawit berjumlah Rp. 33,6 triliun.

Dari alokasi tersebut yang paling besar itu untuk intensif biodiesel sebanyak Rp. 30,2 triliun (89,86%). Sedangkan untuk kesejahteraan petani tidak lebih dari 20%,” terang Tirza Pandelaki, Manajer Program dan Kemitraan Serikat Petani Sawit.

Tirza meminta Jokowi meninjau BPDP-KS untuk menjadi lembaga independen. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) harus melakukan audit bagi BPDP-KS dan penerima dana subsidi sawit atas dugaan merugikan negara.

“Petani mandiri harusnya menjadi pemasok secara bertahap sebesar 30% untuk biodiesel dalam program B30 hingga pada tahun ke 4 bisa mencapai 100% pasokan biodiesel dari petani mandiri,” tambahnya dalam webinar, Rabu (14/10).

Lahan petani sawit mandiri sebesar 40% dari total luas perkebunan sawit di Indonesia. Semestinya, berpotensi dimasukkan ke dalam roadmap biodiesel guna membantu perekonomian rakyat kecil. Melibatkan petani sawit mandiri juga dapat mengurangi risiko deforestasi sehingga tidak terjadinya alih fungsi lahan yang terus menebangi sisa hutan alam di Indonesia.

Manajer Riset Traction Energy Asia, Ricky Amukti, menyampaikan riset analisa daur hidup biodiesel tahun 2019 lalu menunjukkan bahwa emisi yang dihasilkan dari lahan petani sawit mandiri lebih rendah dari emisi lahan perusahaan.  

Lebih lanjut, Ricky mendesak Pemerintah memberikan intensif lahan untuk meningkatkan produktivitas petani sawit akibat tidak lebih dari 1 ton Tandan Buah Segar (TBS) yang dihasilkan. Selain itu, upaya perbaikan rantai pasok perlu perbaikan. Panjangnya rantai pasok TBS ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) semakin mengurangi keuntungan petani sawit mandiri.

Reporter: CR-01

Maton house blok D nomor 7 Jl Bakti VI, Kelurahan Tengkerang Barat
Phone: 082269559867
Copyright @2026. Green Radio Line