Newsroom    28 Januari 2022

Persiapan Untuk Ekowisata ke Taman Nasional Siberut

Pulau Siberut merupakan pulau terbesar bagian utara kepulauan mentawai, rumah terpenting bagi masyarakat suku mentawai. Letaknya berada 150km bagian barat Sumatera, Provinsi Sumatera Barat di Samudera Hindia.

Pulau siberut yang diakui sebagai cadangan biosfer dan bagian barat pulau ditetapkan sebagai Taman Nasional seluas 190.500 Ha. Dengan kondisi iklim hutan hujan tropis basah yang hampir menyelimuti 65% pulau dan sebagai daerah 3T Terdepan, Terpencil dan Tertinggal yang merupakan daerah paling terluar Wilayah Indonesia yang menjadi pemicu keanekaragaman hayati. Beragam jenis spesies tumbuhan dan satwa endemik yang dilindungi, yang paling dikenal ada 4 primata, yaitu Bilou (Hylobates klossii) , Simakobu (Simias concolor) , Jouja (Presbytis potenzianidan) dan Bokoi (Macaca pagensis).

Hutan disini merupakan istana bagi kehidupan flora dan fauna yang tersedia sebagai sumber makanan dan tempat tinggal serta hutan yang berguna bagi penyokong kehidupan tradisional masyarakat mentawai terutama sebagai obat obatan dan pangan. Bahan pokok makanan berupa sagu dan umbi umbian hasil hutan. Tradisi yang terkenal seperti upacara pengobatan tradisional oleh sikerei (tokoh pengobatan), upacara pernikahan, kelahiran anak, tato hingga penghargaan buat para leluhur. Yang semuanya bersumber dari alam dan akan kembali ke alam. Bahkan ada desa di mentawai yang tradisinya melakukan penanaman pohon kembali untuk menggantikan pohon yang di tebang untuk keperluan primer seperti pembuatan rumah dan pompong (kapal).

Greenradioline berkesempatan berkunjung ke pulau siberut bagian utara dan selatan. Kami Ada beberapa desa yang kami datangi, untuk sebelah utara Desa Sikabaluan dan Desa Pokai dan kami bermalam di wisma untuk wisata bilou BTN siberut disuguhi dengan  pemandangan pasir pantai laut biru, pepohonan pinus dan kelapa. Ada yang menarik dari aktivitas disini, pihak Taman Nasional Siberut memiliki perhatian pada kegiatan pendidikan di desa tersebut, diantaranya menfasilitasi keberangkatan ke sekolah yang biasanya mereka harus berjalan kaki, dengan menggunakan mobil patroli TN, serta membuat kelas tambahan untuk murid sekolah dasar.

Situasi menarik lainnya adalah kami menemukan  satwa primata yang akan di lepas liarkan ke habitatnya karna sebelumnya ada masyarakat yang memelihara lalu menyerahkan kepihak Taman Nasional. Selanjutnya di bagian selatan siberut kami mengunjungi Desa Mailepet dan Desa Muntai, bermalam di Bungalow BTN Siberut. Dipinggiran pantai di topang dengan tikaian tanaman mangrove yang menjadi habitat kepiting dan jenis flora fauna lainnya.

Selama disana kami juga dapat melihat pemukiman penduduk dengan rumah yang disebut "uma" yang terbuat dari papan kayu beratapkan daun nipah atau daun sagu menjadi hunian khas masyarakat suku mentawai. Bersambung.>>>
 

Laporan : Elsa Yolanda
(Reporter Freelance)

Maton house blok D nomor 7 Jl Bakti VI, Kelurahan Tengkerang Barat
Phone: 082269559867
Copyright @2026. Green Radio Line