Pekanbaru, GREEN-Ketika sebagian besar publik, khususnya warga muslim, merayakan Idul Fitri 1444 Hijriah pada Sabtu dan Ahad, 22-23 April 2023, menyeruak kabar membaranya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau. Tepatnya di wilayah Kota Dumai dan juga Kabupaten Bengkalis.
Di kalangan jurnalis juga beredar foto-foto dan video bagaimana kondisi kebakaran tersebut. Jurnalis mencoba mencari kebenaran informasi itu dan mendalami berbagai hal terkait serta data-datanya.
Pada Senin, 24 April 2023, didapatkan keterangan dari Kepolisian Daerah (Polda) Riau dan Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis.
Keterangan mereka, api sudah dapat dipadamkan pada Ahad, setelah semua pihak berjibaku memadamkan api yang sudah mulai timbul. Baik itu dari Kepolisian, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Riau dan Dumai serta Bengkalis, Manggala Agni dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) RI serta masyarakat umumnya.
Kebakaran tepatnya terjadi di Desa Medangkampai, Kota Dumai dan Desa Tanjung Leban, Kabupaten Bengkalis. Luasnya diperkirakan mencapai 50 hektare.
Dalam siaran persnya, Polda Riau menyebutkan bahwa Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Dumai AKBP Nurhadi Ismanto didampingi Komandan Distrik Militer (Dandim) Dumai Letkol (Arh) Hermansyah Tarigan sudah bekerja melakukan pemadaman sejak Rabu, 18 April 2023 lalu.
Menurut Nurhadi, lahan yang terbakar berada di koordinat N 1°36'45.7812" E 101°39'27.0072". Itu adalah perbatasan antara Polres Dumai dan Bengkalis. “Separuh wilayah karhutla merupakan lahan di Polres Dumai dan separuh lagi merupakan wilayah Polres Bengkalis,” ujarnya.
Kendala
Nurhadi mengakui, dia dan personelnya bersama TNI dan organisasi masyarakat tetap melaksanakan tugas berjibaku melakukan pemadaman di tengah suasana Lebaran. Ada beberapa kendala dalam melakukan pekerjaan saat itu. Di antaranya adalah jauhnya sumber air untuk pemadaman.
Kapolres Bengkalis AKBP Setyo Bimo Anggoro juga menyatakan hal yang sama. “Kami berlebaran dengan penanganan api karhutla. Ini adalah bentuk tanggung jawab kami bahwa negara hadir untuk mengamankan warga dari asap karhutla yang mengganggu saat merayakan Idul Fitri,” ujar Setyo.
Disebutkan pula dalam siaran itu, tidak hanya Polres Dumai dan Polres Bengkalis yang merelakan waktu Lebarannya tidak bersama keluarga. Beberapa pihak dari Polda Riau dipimpin Kepala Biro Operasional (Karo Ops) Kombes R Kasero Manggolo didampingi Direktur Samapta Kombes Faried Zulkarnain serta Komandan Satuan Brigade Mobil (Dansat Brimob) Kombes Ronny Lumban Gaol turut serta pula membantu Satuan Tugas (Satgas) Karhutla Polres Dumai dan Polres Bengkalis berjibaku melawan panasnya api karhutla.
Kasero mengungkapkan, sebelum turun ke lokasi, pihaknya menggelar apel kesiapan dan juga mengecek ulang peralatan yang akan digunakan. Yakni berupa satu unit kendaraan taktis (rantis) yang didesain khusus untuk kebutuhan karhutla, satu unit truk peralatan karhutla, satu unit truk mobilisasi pasukan dan satu unit mobil dua kabin.
Ketika sampai di lokasi karhutla, sudah terdapat ratusan personel pemadam yang berasal dari Polri, Komando Rayon Militer (Koramil), prajurit Radar TNI AU, BPBD dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Dumai dan Bengkalis. Dua MPA itu melakukan pemadaman di lokasi mereka masing-masing. (din;rls)
Teks foto: Kepala Kepolisian Daerah Riau M Iqbal dan tim pemadam kebakaran hutan dan lahan dari institusi negara lainnya turut berjibaku menaklukkan api, Minggu, 23 April 2023, di Desa Medangkampai, Dumai. (FOTO: IST/Polda Riau)





