PEKANBARU- Ratusan orang yang menamai diri mereka dengan Gerakan Rakyat dan Mahasiwa Riau (GERAM) kembali menggelar aksi unjuk rasa pada Selasa (13/10/2020). Meski sebelumnya, Senin (12/10/2020) Gubernur Riau Syamsuar telah mengirimkan surat aspirasi buruh dan mahasiswa kepada Presiden Joko Widodo, massa yang merupakan gabungan dari beberapa perguruan tinggi dan organisasi masyarakat di Riau tetap melakukan aksi unjuk rasa sesuai dengan hasil konsolidasi yang telah mereka lakukan.
Pantauan dari Green Radio Line, aksi dimulai dengan melakukan long march dari GOR Tribuana menuju titik aksi di kantor Gubernur Riau pada pukul 14.30 WIB. Dilanjutkan dengan penyampaian orasi yang dilakukan oleh pimpinan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Riau.
Dalam orasi – orasi yang disampaikan oleh pimpinan BEM se-Riau, sangat jelas terdengar tuntutan bahwa mereka menanyakan sikap politik Gubernur Riau menolak UU Omnibus Law Cipta Kerja, bukan hanya meneruskan aspirasi dari buruh dan mahasiswa.
“Mengapa kita meneriakkan untuk tolak Omnibus Law, terutama Riau tolak Omnibus Law kawan – kawan semua? Ini menyangkut permasalahan yang ada di Riau setiap tahunnya. Kebakaran hutan dan lahan yang disebabkan oleh korporasi, sepakat?!” demikian orasi yang disampaikan oleh Presiden Mahasiswa Universitas Riau periode 2019/2020.
Selanjutnya, selang waktu hampir 2,5 jam tepatnya pada pukul 16.55 WIB, Wakil Gubernur Riau, Edy Nasution bersedia menemui massa aksi sekaligus membacakan tuntutan dari GERAM. Terdapat 3 poin tuntutan yang diajukan oleh massa aksi, yaitu : pertama, menolak dengan tegas dan meminta dibatalkannya UU Cipta Kerja. Kedua, mendesak Presiden Republik Indonesia mengeluarkan Perpu terkait UU Cipta Kerja. Dan ketiga, mengecam keras perilaku dan tindakan represif yang telah dilakukan oleh aparat kepolisian.
Aksi yang awalnya berjalan damai berubah menjadi ricuh ditengah pembacaan tuntutan oleh Wakil Gubernur Riau. Hal ini disebabkan karena tidak semua massa aksi dapat mendengarkan pembacaan tuntutan dengan jelas. Akhirnya aksi ini pun bubar, tanpa adanya penjelasan lanjutan dari Wakil Gubernur Riau terkait tiga tuntutan demonstran mahasiswa tersebut.
Reporter: CR-04





