Newsroom    8 Juli 2026

Inisatif GREEN for Riau Membuka Ruang Dialog Insan Media di Riau

Green Radio Line, Pekanbaru - Inisiatif GREEN for Riau (GREEN Riau) menyelenggarakan kegiatan Ngopi Bareng “Media Roundtable dari GREEN for Riau” sebagai ruang dialog bersama insan media di Provinsi Riau. Kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman dan penyebarluasan informasi mengenai pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan, restorasi ekosistem, serta kesiapan Provinsi Riau dalam implementasi REDD+ berbasis yurisdiksi, Selasa (7/06/2026) di Kopi Radjo Se Nusantara, Pekanbaru

Kegiatan, ini menjadi momentum untuk membangun komunikasi yang lebih dekat antara program, pemerintah daerah, dan media. Forum ini juga menjadi ruang berbagi informasi mengenai arah besar inisiatif GREEN for Riau, tantangan pengelolaan lanskap di Riau, serta peran strategis media dalam mendorong keterbukaan informasi publik.

Dalam  sambutan Bambang Arifatmi, Country Coordinator UNEP UN-REDD Programme Indonesia, menekankan bahwa pembangunan hijau tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, media memiliki peran penting dalam membangun opini publik, memperkuat akuntabilitas, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam isu-isu pengelolaan sumber daya alam dan pembangunan rendah karbon.

“Pembangunan hijau harus dirancang dan diimplementasikan oleh berbagai pihak. Media memiliki peran yang sangat penting untuk membangun memori publik, memperkuat akuntabilitas, dan mendorong partisipasi masyarakat. Karena itu, kita perlu membuka ruang dialog yang terbuka, jujur, dan konstruktif agar visi pembangunan hijau dapat dikomunikasikan dengan baik kepada publik,” ujar Bambang.

Sambutan juga disampaikan oleh Abdul Madian, Kepala Bidang SDA & Perekonomian, Bappeda Provinsi Riau. Ia menyampaikan bahwa inisiatif GREEN for Riau merupakan program REDD+ berbasis yurisdiksi yang akan mengadopsi standar internasional, sehingga pelaksanaannya membutuhkan pemahaman bersama, dukungan media, serta keterlibatan seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat tapak.

“GREEN for Riau Initiative adalah program baru dengan standar internasional. Tentu ini bukan hal yang mudah, sehingga dibutuhkan dukungan media dan seluruh pemangku kepentingan, sampai ke level tapak. Program ini juga memiliki tujuan strategis, yaitu membuka peluang pendanaan alternatif di luar APBN dan APBD, agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat dan para pemangku kepentingan,” ujar Madian.

Kegiatan dilanjutkan dengan paparan narasumber pertama, mengenai GREEN for Riau Initiative oleh Danang Kabul Sukresno, Provincial Coordinator GREEN for Riau. Ia  menjelaskan bahwa GREEN for Riau merupakan inisiatif strategis untuk memperkuat kesiapan Provinsi Riau dalam implementasi REDD+ berbasis yurisdiksi yang berintegritas tinggi.

Inisiatif ini bertumpu pada tiga pilar utama, yaitu pengurangan emisi, pemberdayaan masyarakat, dan restorasi ekosistem. Ketiga pilar tersebut menjadi fondasi penting dalam mendorong transformasi tata kelola lanskap Riau dari pola yang cenderung ekstraktif menuju pendekatan yang lebih restoratif, inklusif, dan berkeadilan.

Danang juga membentangkan data posisi penting Riau dalam pencapaian target iklim Indonesia. Dengan luas wilayah administratif sekitar 9,02 juta hektare, kawasan hutan sekitar 5,41 juta hektare, serta Kesatuan Hidrologis Gambut sekitar 4,97 juta hektare, Riau menjadi salah satu wilayah kunci dalam upaya penurunan emisi dari sektor berbasis lahan.

Berbagai tantangan ekologis dan sosial ekonomi di Riau dalam materi presentasi, disampaikan dihadapan insan media, seperti deforestasi, degradasi gambut, kebakaran hutan dan lahan, konflik tenurial, serta tekanan terhadap habitat satwa liar. Kondisi ini menunjukkan pentingnya tata kelola lanskap yang lebih kuat, kolaboratif, adaptif, dan berbasis data.

Melalui GREEN for Riau Initiative, juga dijelasakan Pemerintah Provinsi Riau bersama Pemerintah Indonesia, UK Foreign, Commonwealth & Development Office (UK-FCDO), dan UN-REDD Programme yang dipimpin secara teknis oleh UNEP dan didukung FAO, memperkuat kesiapan daerah dalam implementasi REDD+ berbasis yurisdiksi. Inisiatif ini adalah collective action yang diarahkan untuk memperkuat tata kelola hutan dan penggunaan lahan, memperkuat sistem pemantauan hutan, menyiapkan mekanisme pembagian manfaat yang transparan, mengembangkan kerangka pengaman sosial dan lingkungan, serta merancang pembiayaan berkelanjutan.

Dalam forum tersebut dilanjtkan paparan secara Daring mengenai Strategi Daerah REDD+ Provinsi Riau oleh Prof. Dr. Suwondo, M.Si selaku Tenaga Ahli Mitigation Action Plan (MAP) GREEN for Riau Initiative. STRADA REDD+ menjadi bagian penting dari arsitektur REDD+ karena berfungsi sebagai peta jalan bagi pelaksanaan aksi mitigasi di tingkat daerah, khususnya pada fase pra-investasi.

Rencana aksi REDD+ Riau diarahkan pada enam agenda utama, yaitu pengendalian ekspansi dan konversi lahan, peningkatan kesejahteraan dan alternatif mata pencaharian masyarakat, penyelesaian konflik tenurial, pengendalian alih fungsi lahan, penguatan tata kelola dan perencanaan hutan dan lahan, serta peningkatan pengelolaan hutan di tingkat tapak.

Melalui kegiatan ini, kedua narasumber insan media diharapkan memperoleh informasi yang lebih utuh mengenai perkembangan GREEN Riau, konsep REDD+ berbasis yurisdiksi, serta peran STRADA dalam mendukung implementasi aksi mitigasi di Provinsi Riau. Forum ini juga menjadi ruang untuk membangun kesamaan pemahaman terhadap pesan-pesan kunci program, sehingga informasi yang disampaikan kepada publik dapat lebih akurat, berimbang, dan edukatif.

Kegiatan Ngopi Bareng “Media Roundtable dari GREEN for Riau” juga memberikan kesempatan Tanya Jawab, dan diakhiri foto bersama.

Foto: GRL

Tags:
Maton house blok D nomor 7 Jl Bakti VI, Kelurahan Tengkerang Barat
Phone: 082269559867
Copyright @2026. Green Radio Line