Redaksi    9 November 2020

Green Radio Line Menggebrak, Aksi Tanam Pohon di Lahan Bekas Terbakar

Jangan biarkan lahan bekas terbakar menjadi kosong begitu saja. Begitulah aksi yang ditekadkan Green Radio Line, gerai multimedia berbasis digital, yang menggandeng Pegadaian Kanwil II Pekanbaru.

Sebanyak 500 bibit pohon ditanam di bekas lahan terbakar di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina, kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Aksi simpatik ini dilakukan Ahad pagi (8/11).

Kegiatan penanaman pohon hutan ini bertema Reboisasi di Kawasan Konservasi untuk Riau Hijau yang ditaja oleh Green Radio Line bersama Pegadaian Kanwil II Pekanbaru dan disaksikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau dan perwakilan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

Menurut Muhamad Nurkasan, Kepala Wilayah II Pegadaian Pekanbaru, yang memiliki wilayah kerja Riau dan Batam, kegiatan peduli lingkungan  ini adalah bagian program bina lingkungan Kanwil Pegadaian II Pekanbaru. Kegiatan ini menjadi matang sebagai satu aksi setelah serangkaian diskusi dilakukan bersama Green Radio Line, mitra media yang dikenal peduli lingkungan dan berintegritas.

Sementara Kepala Bidang teknis BKSDAProvinsi Riau, Mahfud, mengatakan konservasi alam ataupun hutan tidak mungkin dilakukan sendiri, dan upaya yang dilakukan Green Radio Line ini patut diapresiasi. "Semoga keanekaragaman hayati di sini tetap terjaga," katanya, seperti dilangsir kantor berita ANTARA.

Tak hanya dihadiri para pejabat pemerintahan, acara prosesi penyerahan bibit hadir juga diramaikan oleh tokoh desa, para ninik mamak, dan Kepala Desa setempat.

Sari Indriati, pendiri dan owner Green Radio Line, menjelaskan kegiatan peduli lingkungan merupakan wujud aksi nyata dari media yang konsisten menyampaikan informasi seputar lingkungan di kanal multi platform. “Program offline juga mendorong para mitra usaha untuk bersama-sama memiliki perhatian dan kepedulian pada lingkungan,” ujar perempuan enerjik ini.

Sari juga menyebutkan dalam mendapatkan informasi di suatu tempat, terkadang persoalan lingkungan seperti kerikil dalam sepatu, jelas membuat tidak nyaman beberapa pihak. “Mungkin saja ada yang merasa tidak senang, namun kami tetap ingin bekerja gembira dan penuh kreatifitas dalam menyampaikan informasi dan penyadaran ke publik akan kelestarian lingkungan hidup, terutama untuk provinsi Riau.”

Pada kegiatan penanaman tersebut perwakilan Komunitas Gowes Pegadaian juga menikmati keindahan Taman Wisata Alam Buluh Cina, seraya melakukan penanaman pohon.

Kehadiran TWA Buluh Cina diperkuat dengan surat Keputusan Gubernur Riau Nomor Kpts.468/IX/2006 tertanggal 6 September 2006 dengan luas sekitar 1.000 hektare. Kawasan konservasi berasal dari lahan masyarakat Desa Buluh Cina yang menghibahkannya tanpa minta ganti rugi.

Kemudian TWA Buluh Cina ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 3587/Menhut-VII/KUH/2014 tanggal 2 Mei 2014, dengan luas 963,33 hektare. Tipe ekosistem hutan TWA Buluh Cina didominasi hutan dataran rendah dan rawa air tawar.

Maton house blok D nomor 7 Jl Bakti VI, Kelurahan Tengkerang Barat
Phone: 082269559867
Copyright @2021. Green Radio Line