Newsroom    8 September 2020

Gerakan shadaqah sampah, gebrakan Eco Masjid di Bantul

"Kepedulian lingkungan berawal dari rumah masing-masing," ungkap Ananto Isworo  selaku penggiat gerakan shadaqah sampah dari Bantul, melalui zoom meeting (5 September 2020).

Di tengah-tengah pandemi covid-19 yang belum juga berakhir, Masjid Al Muharram Brajan RT 02, Tamantirto, Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, menciptakan suatu inovasi baru yaitu gerakan shadaqah sampah, tepatnya di kampung Brajan. Gerakan  inilah  program dari  pengumpulan sampah organik. Gerakan shadaqah sampah dimulai pada tanggal 1 Ramadhan tahun 2013 masehi.

Masjid Al Muharram ini berbasis Eco Masjid (masjid menerapkan nilai-nilai lingkungan hidup dan kelestarian)  dan memiliki 5 kegiatan yang dilakukan yaitu:

Pertama, arsitektur ramah lingkungan dengan banyak jendela untuk memaksimalkan masuknya cahaya dan angin. Kedua, memanen air wudhu dengan cara menampung air hujan yang membuat vertikal air agar banjir bisa dihindari. Air ini digunakan untuk menyiram tanaman, berwudhu dan sebagainya sehingga tidak terjadi kebanjiran. Ketiga, asupan oksigen dipertahankan dengan adanya pepohonan hijau di sekitar masjid, sehingga shadaqah oksigen memberikan kesejukan. Keempat, pemanfaatan cahaya dengan menggunakan panel surya atau lebih dikenal solar cell, dengan demikian, biaya listrik bisa dihemat. Kelima, ramah anak yaitu dengan menciptakan habit (kebiasaan) anak di masjid untuk mengikuti kegiatan. Terakhir, keenam, masjid ramah pada orang berkebutuhan khusus (difable) dengan memberikan kesempatan luas kepada mereka untuk ikut berjamaah.

"Kepedulian lingkungan berawal dari rumah masing-masing," ungkap Ananto Isworo  selaku penggiat gerakan shadaqah sampah melalui zoom meeting (5 September 2020)

Program pengumpulan sampah organik yang berasal dari rumah tangga, kantor, masjid, sekolah, dan lain-lain akan disatukan di masjid dan diniatkan sebagai shadaqah. Selanjutnya dipilih dan dijual, lalu hasil uangnya digunakan untuk santunan pendidikan, sembako, dan kesehatan bagi warga kurang mampu. Sedangkan penyetor atau donatur tidak mendapatkan uang dari penyetoran sampah, melainkan pahala yang dijanjikan Allah SWT. Tentunya, perlu keimanan yang tinggi di kalangan umat Muslim untuk bisa menerapkan shadaqah jenis baru ini.

Dengan adanya inovasi anyar ini, masyarakat terbantu dalam mengampanyekan lingkungan yang sehat dan masjid ramah lingkungan. Dan juga mengampanyekan Eco Masjid, Gerakan yang bisa ditiru oleh semua masjid di Indonesia.

Maton house blok D nomor 7 Jl Bakti VI, Kelurahan Tengkerang Barat
Phone: 082269559867
Copyright @2026. Green Radio Line