Newsroom    10 Mei 2023

Diskusi Pojok Iklim KLHK, Hutan Penting dalam Atur Tata Air

Pekanbaru, GREEN-Salah satu yang paling penting dalam mengatur tata air sehingga keberadaannya tidak menimbulkan kerugian bagi manusia dan makhluk hidup lainnya adalah hutan. Sebagaimana telah diketahui umum, jika hutan cukup terjaga, maka dampak-dampak bencana atas kelebihan air atau kekurangan air bisa dihindari.

Hal pokok ini adalah satu cuatan utama dari pemapar di Diskusi Pojok Iklim Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rabu, 10 Mei 2023, digelar di Jakarta melalui telekonferensi. Pemapar dimaksud adalah Saparis Soedarjanto, direktur Perencanaan dan Pengawasan Pengelolaan DAS KLHK.

Ia menerangkan, alasan pertama adalah hutan mengatur air dengan menjaga kesuburan dan kelembaban tanah, mendukung infiltrasi tanah dan pengisian air tanah. Kedua, hutan adalah infrastruktur alam untuk air. Ketiga, hutan merupakan komponen integral siklus air.

Terkait alasan terakhir, hutan adalah pengatur limpasan permukaan, aliran sungai dan proses denudasional (proses panjang yang menghasilkan erosi pada permukaan bumi, red). Kemudian, hutan mendorong pengisian ulang air tanah. Termasuk juga, hutan mendukung self purification (pemurnian diri, red). 

Lalu ditambahkannya, hutan berkontribusi pula pada daur ulang air di atmosfer, termasuk pembentukan awan dan curah hujan melalui evapotranspirasi (gabungan evaporasi dan transpirasi tumbuhan yang hidup di permukaan bumi, red). Selanjutnya, jelas hutan menjaga keanegaragaman hayati yang pada akhirnya sangat berpengaruh pada keberadaan air. 

Mencuplik salah satu penelitian Sheng Yue dan Michino Hashino berjudul Statistical Interpretation of The Impact of Forest Growth on Streamflow of The Sameura Basin, Japan, pada tahun 2003, Saparis menekankan bahwa hutan merupakan salah satu atribut lanskap terbaik dalam retensi air dan menjaga atau meningkatkan kestabilan lanskap. 

Masalah DAS

Membicarakan tata air, tentu juga tak akan terlepas dari topik daerah aliran sungai (DAS). Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian DAS dan Rehabilitasi Hutan KLHK Dyah Murtiningsih mengungkapkan, pemetaan permasalahan DAS mengungkapkan bahwa ada dua hal yang paling utama. Mereka adalah kualitas air dan kuantitas air.

Dalam hal kualitas air, permasalahan utamanya adalah pencemaran air. Pencemaran ini disebabkan dua hal, limbah dan sampah. 

Limbah bisa datangnya dari pabrik, domestik, pertanian dan peternakan. Ini muncul karena kurangnya kesadaran akan limbah atau belum adanya atau berfungsi maksimalnya sarangan instalasi pembuangan air limbah (IPAL). Ketiadaan IPAL atau juga kekurangsadaran akan limbah menyebabkan pencemaran sumber-sumber air. "Padahal, air adalah kebutuhan utama kita sebagai makhluk hidup," kata Dyah.

Dyah sempat menuturkan, saat ini di Indonesia ada 12,7 juta hektare DAS yang harus diperbaiki. Kemudian, ada 4 ribu hektare hutan yang mesti direhabilitasi. Hutan tersebut selain yang berada di tanah mineral dan gambut, juga termasuk hutan mangrove yang bisa menyimpan empat sampai lima kali karbon dibanding hutan tropis daratan.

Sementara, Ketua Harian Forum DAS Nasional Prof Chay Asdak menyatakan, ada beberapa nilai atau kondisi dalam Aksi Iklim berbasis DAS yang harus dapat ditemukan, yakni aksi yang mengambil semboyan 'Ketahanan Iklim melalui DAS Rumah Kita Bersama'. Nilai-nilai atau kondisi itu pertamanya adalah kesadaran bahwa kita semua hidup di wilayah DAS. 

Kedua, pendekatan pengendalian bencana hidrometeorologi harus melalui pengelolaan DAS. Ketiga, dalam Nationally Determined Contribution Folu-net Sink 2030, pengelolaan DAS sangat penting perannya. Keempat, salah satu dampak penting perubahan iklim adalah kuantitas dan kontinuitas sumber daya air. 

Selanjutnya kelima, ketahanan iklim melalui pengelolaan DAS akan efektif bila dilakukan secara kolaboratif-sinergis antar-pemangku kepentingan. Yang keenam, keberhasilan kerja kolaboratif Aksi Iklim berbasis DAS memerlukan panduan kerja program aksi, sekretariat bersama dan fasilitator (utamanya Forum DAS) andal. (din) 

Maton house blok D nomor 7 Jl Bakti VI, Kelurahan Tengkerang Barat
Phone: 082269559867
Copyright @2024. Green Radio Line