Green Radio Line, Pekanbaru – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau mengadakan Koordinasi dan Dialog Strategis Implementasi Green For Riau Initiative yang dilaksanakan di Kantor DLHK Provinsi Riau, Kamis (26/02/2026)
GREEN for Riau Initiative (G4RI) merupakan inisiatif Pemerintah Provinsi Riau dalam kerangka Jurisdictional REDD+ (JREDD+) yang saat ini berada pada tahap readiness. Pertemuan dan koordinasi instansi di sektor kehutanan terus dilakukan secara berkala, demi memperkuat tata kelola hutan dan lahan gambut, meningkatkan integrasi kebijakan mitigasi perubahan iklim dan kehutanan di tingkat Provinsi, serta memastikan keselarasan dengan kebijakan nasional, termasuk FOLU Net Sink 2030 dan kerangka safeguards REDD+.
Dialog strategis ini dihadiri langsung oleh Country Coordinator UNEP Bambang Arifatmi, PhD dalam pertemuan tersebut bambang mengutarakan, “kebutuhan data yang belum terpenuhi untuk dapat di dukung sehingga bisa direalisasikan.”
Kemudian lingkup sektor Kehutanan, dari Manggala agni serta UPT dibawah Kementrian Kehutanan, RI. Pada kesempatan tersebut Supartono, S.Hut., M.P. Kepala BBKSDA dalam sambutannya mengatakan “Kawasan konservasi di Riau totalnya lebih kurang 830.000 an hektar yang terdiri dari 3 taman nasional dan 20 kawasan konservasi lainnya, ada TWA, cagar alam, suaka margasatwa. Ada taman nasional tesso nilo, taman nasional bukit tiga puluh dan taman nasional zambrut. Masing-masing kawasan memiliki keunikkan sendiri-sendiri, salah satunya tn zambrut itu sebagai gambut dan danau.
“Akan dibentuk balai taman nasinal zambrut dan banyak hal yang akan di lakukan terkait pengelolaan taman nasional zambrut. Kami siap mendukung Green For Riau Initiative.”jelas Supartono
Ia menambahkan, “sebenarnya ada satu yang potensial kita kelola secara lancape yaitu giam siak, itu sangat potensial kita kelola, tinggal bagaimana kita bersepakat dengan stakeholder, karena disitu habitatnya gajah dan harimau.”
“Terkait pengelolaan gajah, di riau ada 7 kantong gajah yang masi aktif karna 1 kantong kami temukan sudah tidak ada lagi gajahnya dan saat ini kami sedang mencoba mengembangkan koridor. Yang pertama koridor giam siak balai raja, koridor akan dibagi, ada koridor di dalam kantong dan antar kantong, kami juga membangun koridor di teso tenggara dan utara, kita juga coba mempelajarinya,”ungkap Kepala BBKSDA tersebut.
Dalam penutupan kegiatan Dr. Mat Nuril, S.IP, M.Si, MH. Kabid Perencanaan DLHK Provinsi Riau “Koordinasi dan dialog strategis ini menjadi langkah Pemerintah Provinsi Riau untuk menyampaikan rencana Green For Riau kedepannya dan mengajak kolaborasi serta dukungan dari berbagai lembaga terkait data-data dan lain sebagainya,”ujar Nuril Kabid Perencanaan DLHK Provinsi Riau
Kepada Green Radio Line Nuril menambahkan, “tantangan bukanlah sesuatu yang buruk, tapi bagaimana kita memanage menjadi sebuah peluang karena dalam menjalankan program Green For Riau Initiative baru pada tahapan readiness , jadi memang dalam menyatukan visi dan kolaborasi kita yang pada akhirnya perlu mensingkronkan semua program-program dan kegiatan-kegiatan yang sudah kita lakukan untuk menyatukan visi bersama dalam mencapai Green For Riau Initiative.“tutup Nuril.
Kegiatan ini juga dihadiri beberapa tenaga Ahli GREEN-Riau diantaranya Dr.Ir.Wiratno,M.Sc, Prof.Dr.Suwondo,M.Si dan lainnya
Reporter : Kelana Widyantara





