Newsroom    17 Juni 2022

BELUM MEMILIKI DATA TERBARU, FLORA DAN FAUNA KAWASAN KONSERVASI TAHURA SSH PROVINSI RIAU

Hingga saat ini Kawasan  Konservasi Tahura Sutan Syarif Hasyim belum memiliki data terbaru terkait flora fauna yang ada didalam kawasan tersebut. Data terakhir yang ada yakni tahun 2015 demikian yang disampaikan Dr.Matnuril,S.IP,M.Si Kepala UPT.KPHP Minas Tahura, ia memastikan  pada bulan juli atau Agustusa akan dilakukan Inventarisasi bekerjasama dengan Universitas Riau.

Didalam kawasan konservasi Tahura SSH saat ini  terdapat berbagai macam flora dan fauna, baik itu yang endemic riau ataupun tidak, seperti halnya pohon meranti, gajah Sumatra, harimau sumatera dan berbagai jenis lainnya. Dari situs web DLHK Provinsi Riau Tercatat ± 127 jenis flora yang merupakan tumbuhan asli hutan Tahura SSH sementra  keanekaragaman jenis fauna yang cukup tinggi. Sedikitnya dapat dijumpai 42 jenis burung, 4 jenis reptilia dan 16 jenis mamalia.Di antara 42 jenis burung terdapat satu jenis burung yang hanya ada di Sumatera

Secara khusus tidak ada penjagaan dan pemeliharaan khusus dalam kawasan ini. Karena dalam kawasan konservasi ini tumbuhan dan hewan tumbuh berkembang biak secara alami. Tetapi segala wilayah Tahura SSH ini tidak pernah lepas dari pemantauan. Dalam pemantauan ini juga teterlibatan BKSDA Riau sebagai pihak yang berwenang terkait satwa khusunya yang dilindungi. Serta untuk wilayah secara keseluruhan Tahura SSH ini dikelola oleh unit kelolanya.

Kawasan Tahura SSH ini meliputi di 3 kabupaten/kota, yaitu kabupaten Kampar, Kabupaten Siak dan Kota Pekanbaru. Namun semenjak pembentukan KPHP, Tahura SSH menjadi bagian dari KPHP Minas Tahura.  Namun Tahura SSH juga mengalami kendala menurut Matnuril, dalam membangun kawasan ini agar lebih lestari dan bermanfaat bagi banyak pihak terutama masyarakat Riau. Kendala yang dialami dapat dilihat dari dua sisi, yang pertama dari sisi  pengambangan  ekowisata, sebagai bentang alam yang memiliki potensi wisata alam perlu di persiapkan fasilitas, atau ruang yang menambah minat untuk masyarakat datang belajar konservasi. Kendala berikutnya menjaga kawasan konservasi dari upaya perlindungan, melakukan patroli berkala bertujuan memantau area yang dianggap kritis juga menghimbau  masyarakat disekitar kawasan untuk turut serta menjaga kawasan, karena memang tidak menjaga kawasan hanya dari pihak pengelola saja.

 

Maton house blok D nomor 7 Jl Bakti VI, Kelurahan Tengkerang Barat
Phone: 082269559867
Copyright @2026. Green Radio Line