Green Radio Line, Pekanbaru - Upaya menurunkan emisi dan memperbaiki tata kelola hutan di Riau melalui program GREEN for Riau dinilai membuka harapan bagi masa depan lingkungan. Seiring dengan itu, generasi muda berharap inisiatif ini juga memberi ruang partisipasi yang lebih bermakna bagi anak muda dalam proses pengambilan kebijakan lingkungan.
Rina Noviana, salah satu penggerak Extinction Rebellion (XR) Riau, menilai program GREEN for Riau memiliki potensi besar untuk memperkuat upaya perlindungan hutan dan menekan laju deforestasi di Riau yang selama ini menghadapi tekanan ekologis cukup besar.
“Program ini sebenarnya sangat baik dan berpotensi memberikan dampak yang signifikan apabila dijalankan secara transparan. Tujuannya menurunkan emisi, tentu ada banyak langkah yang akan dilakukan, termasuk memperbaiki tata kelola hutan yang diharapkan dapat berkontribusi pada pengurangan deforestasi,” kata Rina.
Menurutnya, melalui perbaikan tata kelola hutan dan kebijakan lingkungan yang konsisten, Riau bahkan memiliki peluang menuju kondisi tanpa deforestasi (zero deforestation) di masa depan.
Rina juga menilai bahwa keterlibatan generasi muda memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Ia menyampaikan bahwa ruang partisipasi bagi anak muda masih dapat terus diperkuat agar lebih inklusif dan bermakna.
Menurutnya, keberlanjutan hutan dan lingkungan di Riau akan semakin kuat dengan peran generasi muda sebagai pihak yang akan melanjutkan pengelolaan sumber daya alam di masa depan.
“Keberlanjutan hutan di Riau tidak akan bisa tanpa adanya anak muda. Kami ini generasi yang nantinya akan menggantikan tatanan sosial saat ini. Anak muda punya perspektif sendiri dalam melihat masa depan lingkungan di Riau,” kata Rina.
Rina sendiri aktif dalam gerakan Extinction Rebellion (XR), sebuah gerakan global yang berfokus pada kampanye krisis iklim. Gerakan ini pertama kali muncul di Inggris pada 2018 dan kemudian berkembang ke berbagai negara, termasuk Indonesia.
Di Riau, XR dibentuk pada 2023 sebagai ruang kolektif bagi masyarakat yang ingin menyuarakan krisis iklim. Meski banyak diisi anak muda, Rina menegaskan gerakan ini terbuka bagi siapa saja yang ingin terlibat.
Reporter : Sahrim M. Sihotang
Foto : XR





