Newsroom    27 November 2025

Tanam Mangrove, Simbol Peluncuran Bengkalis Lestari

Green Radio Line,Bengkalis - Seratusan murid sekolah dasar di Desa Kelapapati, Kecamatan Bengkalis, Kabupaten Bengkalis, Riau, antusias mendengar penjelasan tentang jenis-jenis mangrove. Di depan mereka, Direktur Koalisi Air Rakyat (KAR) Khaidir air, bicara lantang sembari menunjukkan satu per satu batang mangrove yang digenggamnya.

"Tak kenal maka tak sayang," kata Khaidir, Rabu 26 November 2025, di area yang dikelola Paghet Seghagah, kelompok masyarakat pelestari mangrove.

Khaidir, mengenalkan Rhizophora apiculata, bakau hingga perepat yang jadi pionir atau terdepan dalam perlindungan pesisir dari gelombang laut.

"Miko (kalian) nak hanyut ke Selat Melako?" tanya Khaidir.

"Tidak," jawab para murid serentak.

"Inilah penjaga kito," seru dan tegas Khaidir, menyemangati anak-anak itu.

 

Selain mengenalkan jenis mangrove pada generasi masa mendatang, Khaidir juga jelaskan mangrove secara ekologi atau fungsi dan manfaatnya.

Selain pelindung pesisir, mangrove sebagai penyedia oksigen sekaligus pelindung panas matahari. Jika tutupan mangrove hilang, kondisi itu akan pengaruhi kesehatan masyarakat. Rumah penduduk juga rentan terkena hantaman angin kencang dan gelombang besar.

Ketiadaan mangrove juga akan mempercepat naiknya air laut ke darat. Lagi-lagi situasi ini akan mengganggu ketersediaan air bersih yang dibutuhkan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.

Kata Khaidir, selain sebagai benteng pulau dan pesisir, mangrove rumah bagi ikan dan banyak biota laut. Bahkan dapat menjadi obat maupun kosmetik atau bahan baku pembuatan alat kecantikan.

"Kita ada di sini untuk menjaga hutan mangrove. Kalau ada yang nebang, kita marahi. Kita tanam pohon ini dapat pahala," ujar Khaidir.

Sore itu, anak-anak menanam 200 batang mangrove, ditemani tentara, polisi, dan pejabat Pemerintah Bengkalis.

Khaidir, belum putus beri arahan. Dia, ingatkan baca bismillah dan solawat.

Penanaman mangove ini sempena memperingati hari pohon sedunia yang kerap dirayakan pada 21 November. Sekaligus simbol deklarasi Bengkalis Lestari, yang diluncurkan Bupati Bengkalis, Kasmarni, beberapa jam sebelumnya.

Kawasan mangrove di Kelapapati dipilih, karena desa ini juga sedang dipersiapkan untuk pelaksanaan Sustainable Development Goals (SDGs) berbasis desa. Sudah ada beberapa orang dari desa yang dilatih ke luar negeri. Target utama yang akan diterapkan salah satunya di bidang pendidikan.

"Mari jaga semangat cinta alam dan lingkungan, terutama untuk generasi muda," kata Kepala Bappeda Bengkalis, Rinto.

Bengkalis Lestari, merupakan sebuah platform atau pedoman kebijakan pembangunan berkelanjutan yang dirancang untuk memperkuat tata kelola sumber daya alam (SDA), meningkatkan ketahanan ekologis, serta memastikan manfaat ekonomi yang berpihak pada masyarakat.

Konsep itu merupakan inisiatif 21 Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) serta tujuh komunitas pemuda dan mahasiswa pecinta alam.

Diantaranya, Jikalahari, Fitra Riau, Perkumpulan Elang, Keslimasy, Yayasan Gambut, Walhi Riau, LPESM, Koalisi Air Rakyat, Rumus Riau, Bahtera Melayu, Kabut Riau, hingga Parit Seghagah.

Ada organisasi perempuan seperti Perkumpulan Bunga Bangsa, PPSW Riau, dan Riau 

Women Working Group. Kemudian kelompok muda, seperti Sentral Muda Bestari, Mapala Humendala, Mapala EMC2, Mapala Bestari, Mapala Phylomina, hingga Mapala Laksamana.

“Bengkalis Lestari akan berhasil bila semua pihak mengambil peran. Kita ingin anak cucu kita nanti dapat menikmati lingkungan yang sehat dan baik,” kata Kasmarni, saat sambutan.

Editor      : Suryadi

Foto        : Suryadi

Tags:
Maton house blok D nomor 7 Jl Bakti VI, Kelurahan Tengkerang Barat
Phone: 082269559867
Copyright @2026. Green Radio Line