Newsroom    30 Januari 2026

Pemerintah Provinsi Riau, Dukung Perubahan Tatakelola Lingkungan Hidup, Untuk Memitigasi Perubahan Iklim di Riau

Green Radio Line, Pekanbaru - Pemerintah Provinsi Riau bersama United Nations Environment Programme (UNEP) UN-REDD Programme didukung oleh Kedutaan Inggris untuk Indonesia, menggelar Lokakarya dan Dialog Multipihak, GREEN for Riau Initiative: Rencana Aksi Mitigasi, Safeguard, dan Aktor Kunci.

Lokakarya ini merupakan bagian dari implementasi program GREEN for Riau Initiative (G4RI), bertujuan untuk menyelamatkan lingkungan hidup di provinsi Riau. Lanskap hutan, lahan gambut, dan mangrove Riau banyak mengalami tekanan.

Pada kesempatan ini, turut hadir Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Riau Purnama Irawansyah, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Riau M Job Kurniawan,  Perwakilan UNEP UN-REDD Programme di Indonesia Bambang Arifatmi, Kedutaan Inggris untuk Indonesia, Saul Hathaway, Staff Ahli Bidang Perubahan Iklim Kementerian Kehutanan RI Prof. Dr. Haruni Krisnawati melalui daring, serta Kapolda Riau Irjen. Pol Herry Heryawan.

Lokakarya ini dibuka secara resmi oleh Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, Kamis, (29/1) di Hotel Pangeran Pekanbaru.

Plt Gubernur Riau mengatakan, sangat mendukung dan berkomitmen agar program GREEN for Riau Initiative berjalan sesuai dengan target yang direncanakan.

"Alhamdulillah, kita membuka Lokakarya dan Dialog Multipihak ini. Kita apresiasi kehadiran perwakilan organisasi internasional UNEP dan perwakilan Pemerintah Inggris melalui Kedutaan Inggris untuk Indonesia," kata SF Hariyanto setelah membuka secara resmi lokakarya yang melibatkan berbagai stakeholders terkait di Riau.

Plt Gubernur Riau dalam sambutannya, juga menyebutkan sangat mendukung program untuk mengatasi masalah lingkungan hidup di Riau.

"Kita dukung penuh sebagai bentuk keseriusan Pemprov Riau dalam mengatasi masalah lingkungan hidup di daerah. Kita berkomitmen agar ini bisa tercapai," ujar SF Hariyanto .

Ia menyebutkan, "Sektor kehutanan masih menjadi kontributor utama emisi gas rumah kaca di Riau dengan porsi lebih dari 80 persen".

“Pada periode 5 tahun terakhir, Riau telah mencatat penurunan emisi gas rumah kaca sebesar 13 persen,” imbuhnya.
Bukan hanya itu, SF Hariyanto menambahkan Provinsi Riau juga ditargetkan memberi kontribusi pencapaian FOLU Net Sink 2030. Serta penurunan intensitas emisi gas rumah kaca dalam jangan panjang mendekati 90 persen pada 2045.

Dalam sambutan pembuka, Bambang Arifatmi menyebutkan," Tujuh (7) output/tujuan strategis GREEN for Riau Initiative" 
Pertama, Penguatan Tata Kelola Hutan dan Lahan (Land-use Governance): Memperbaiki kerangka kebijakan dan tata kelola penggunaan lahan, termasuk penegakan hukum untuk mengurangi deforestasi.
Kedua, Restorasi Ekosistem Gambut: Melakukan pembasahan kembali (rewetting) dan restorasi lahan gambut untuk mengurangi risiko kebakaran dan emisi karbon dari gambut.
Ketiga, Pengurangan Emisi Gas Rumah Kaca: Mencapai target penurunan emisi melalui pendekatan teknis, restorasi, dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan.
Keempat, Pemberdayaan Masyarakat dan Hak Adat: Melibatkan masyarakat lokal dan adat dalam pengelolaan hutan serta menerapkan prinsip Free, Prior and Informed Consent (FPIC).
Kelima, Pengembangan Ekonomi Hijau Berkelanjutan: Memberikan peluang ekonomi alternatif bagi masyarakat sekitar kawasan hutan, terutama yang terdampak penertiban, agar tidak bergantung pada perambahan.
Keenam, Peningkatan Pendanaan Karbon (Carbon Financing): Mendaftarkan dan memvalidasi program REDD+ sub-nasional Riau untuk perdagangan karbon internasional guna membuka akses pembiayaan iklim hingga ratusan juta dollar.
Ketujuh, Penguatan Sistem Pengamanan Sosial dan Lingkungan (Safeguards): Menetapkan mekanisme berbagi manfaat (benefit-sharing) dan pengamanan lingkungan sesuai standar REDD+. 

Sementara itu Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heriawan menyampaikan komitmen Kepolisian Daerah Riau dalam mendukung agenda lingkungan melalui konsep Green Policing. Herry menjelaskan bahwa Green Policing merupakan bentuk respons institusional Polri untuk mendukung inisiatif GREEN for Riau.

“Green Policing adalah salah satu upaya untuk mendukung GREEN for Riau Initiative, sebagai respon institusional dalam konteks pentahelix berbasis komunitas,” kata Herry Heryawan.

Pada sesi jumpa wartawan, Kepala Bappeda Riau Purnama Irawansyah mengatakan program GREEN for Riau Initiative ini adalah komitmen Pemprov Riau peran serta dari program penyelamatan lingkungan internasional.

"Program GREEN For Riau Initiative ini ditetapkan sebagai bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Riau, untuk berpartisipasi dalam program penyelamatan lingkungan dunia," Purnama Irawansyah menjelaskan.

Kepala Bappeda Riau mengatakan ada tiga target utama yang akan dicapai melalui GREEN for Riau Initiative ini. Adapun tiga target tersebut adalah penurunan emisi, pemberdayaan masyarakat dan restorasi ekosistem di Riau.

"Tiga hal yang akan kita capai dari GREEN for Riau Initiative ini adalah penurunan emisi, pemberdayaan masyarakat dan restorasi ekosistem di Riau. Kita libatkan semua komunitas karena kita tidak bisa berjalan sendiri, kita perlu dukungan semua pihak agar program ini bisa tercapai tujuanmya," ujar Kepala Bappeda Riau tersebut.

Ia menegaskan program ini tidak hanya sekedar untuk menyelamatkan lingkungan tapi juga pemberdayaan masyarakat.

"Kita tidak hanya menyelamatkan lingkungan, tapi kita juga memberdayakan masyarakat. Jadi kita tidak hanya mengembalikan fungsi hutan saja," kata Purnama lagi.

Head of Nature Finance, Kedutaan Inggris untuk Indonesia Saul Hathaway mengatakan kerjasama lintas sektor ini diharapkan bisa membantu Pemerintah Indonesia mencapai FOLU Net Sink 2030.

"Kita akan terus mendukung kerjasama lintas sektor ini, dan bagaimana agar program pemerintah dan stakeholders terkait bisa berjalan selaras. Saya berharap bersama dengan program ini bisa mencapai target FOLU Net Sink 2030 pemerintah Indonesia," ujar perwakilan kedutaan Inggris untuk Indonesia itu singkat.

Salah satu peserta lokakarya penyelamatan lingkungan, Johny S Mundung mengapresiasi kegiatan yang ditaja oleh Bappeda Riau dan organisasi lingkungan hidup internasional.

"Kita apresiasi kegiatan ini karena melibatkan semua lapisan masyarakat di Riau. Saya berharap pemerintah dan semua stakeholders terkait bisa saling berdampingan menjaga lingkungan hidup di Riau, agar tidak semakin rusak. Lingkungan itu perlu dijaga bersama agar generasi masa depan juga bisa menikmatinya," tutupnya mengakhiri penjelasan.

Reporter : Astrid

Foto       : Elsa

Tags:
Maton house blok D nomor 7 Jl Bakti VI, Kelurahan Tengkerang Barat
Phone: 082269559867
Copyright @2026. Green Radio Line