Newsroom    7 Agustus 2026

Pekanbaru Dorong Kolaborasi Lintas Negara, Komunitas Jadi Kunci Pembangunan Kota Hijau

Green Radio Line, Pekanbaru - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendorong penguatan kolaborasi lintas negara melalui Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) untuk mempercepat pembangunan kota yang berkelanjutan.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, penyelenggaraan IMT-GT Green Cities Meeting di Pekanbaru tidak hanya menjadi ruang pertemuan dan pertukaran aspirasi, tetapi harus ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret antara Indonesia, Malaysia, dan Thailand.

“Alhamdulillah acaranya berjalan dengan baik dan tentunya bisa berkumpul, berkolaborasi dan bertukar aspirasi yang tidak hanya sebatas di forum ini saja,” kata Agung.

Menurut Agung, Pemko Pekanbaru telah mendorong agar Sekretariat IMT-GT dapat memfasilitasi kolaborasi antardaerah dan antarnegara, termasuk melalui pertukaran dokumen, pengalaman, serta inovasi yang telah dikembangkan masing-masing kota.

Ia menilai kolaborasi tersebut penting karena masalah pembangunan perkotaan, khususnya lingkungan, tidak dapat diselesaikan sendiri. Salah satu permasalahan yang menjadi perhatian bersama adalah pengelolaan sampah.

“Masalah sampah yang utama, hal ini tentu tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi bahkan hampir di seluruh negara ini menjadi masalah,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah inovasi Pekanbaru di bidang lingkungan juga diperkenalkan kepada delegasi negara anggota IMT-GT. Di antaranya pengembangan stasiun sampah, pengelolaan sampah konsep kota hijau melalui Pekanbaru menuju Lestari, pengembangan ruang terbuka hijau (RTH), hingga penerapan transportasi ramah lingkungan.

Menurut Agung, sejumlah inovasi tersebut mendapat apresiasi dari delegasi, termasuk penggunaan bus listrik di Kota Pekanbaru.

“Mereka juga mengapresiasi terkait bus-bus listrik yang telah kita adopsi di Kota Pekanbaru, begitu juga tentang RTH yang ramah anak dan menjadi tempat yang jauh dari polusi udara,” ujarnya.

Pertukaran pengalaman juga dilakukan dalam pengelolaan tempat penyimpanan akhir (TPA). Pekanbaru, kata Agung, tidak hanya berupaya menjadikan pengelolaan TPA lebih ramah lingkungan, tetapi juga mengoptimalkan potensi ekonomi yang dapat dihasilkan dari pengelolaan sampah.

Selain infrastruktur dan pengelolaan lingkungan, pembangunan kota hijau menurut Agung juga harus dimulai dari pendidikan. Oleh karena itu, delegasi IMT-GT diajak melihat penerapan konsep green school di SMP Negeri 4 Pekanbaru.

Agung menambahkan, pembangunan kota ke depan juga tidak bisa menghilangkan nilai budaya yang telah menjadi identitas masyarakat.

“Termasuk juga bagaimana memajukan kota tanpa menghilangkan nilai budaya di dalamnya,” ujarnya.

Dorongan Pekanbaru untuk memperkuat kolaborasi dalam pembangunan kota hijau mendapat respon positif dari Delegasi Kota Kota Hat Yai, Thailand.

Wakil Walikota Kotamadya Hat Yai, Charinthon Patnantavech, mengapresiasi pelibatan berbagai komunitas lokal dalam penyelenggaraan dan pengembangan program pembangunan berkelanjutan di Kota Pekanbaru. Hal tersebut disampaikannya saat mengikuti rangkaian kegiatan IMT-GT Green Cities Meeting di Pekanbaru, Kamis (6/8/2026).

Menurut Charinthon, salah satu hal yang paling menonjol dari Pekanbaru adalah keterlibatan berbagai komunitas dalam mendukung pelaksanaan kegiatan. Komunitas dari berbagai sektor, katanya, diberikan ruang untuk berpartisipasi sesuai dengan bidang dan keahlian masing-masing.

“Yang paling menonjol dari Pekanbaru adalah pelibatan berbagai komunitas lokal dalam penyelenggaraan kegiatan,” kata Charinthon.

Ia menilai keterlibatan masyarakat menunjukkan bahwa pembangunan kota berkelanjutan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi membutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk organisasi dan komunitas.

“Kolaborasi yang kuat antara pemerintah, organisasi, dan komunitas menjadi faktor penting dalam mendukung keberhasilan berbagai program,” ujarnya.

Menurut Charinthon, pendekatan tersebut dapat menjadi salah satu faktor pendukung dalam mewujudkan kota yang lebih hijau, bersih, dan nyaman bagi masyarakat.

Sejalan dengan kolaborasi penguatan, Pemko Pekanbaru juga menyiapkan agenda lanjutan berupa penguatan penghijauan kota. Agung mengatakan pemerintah daerah berencana menanam pohon yang dapat tumbuh hingga puluhan tahun. Penanaman tersebut nantinya akan disertai pendataan untuk memastikan pohon yang ditanam tetap terjaga dan terawat.

“Jadi nanti akan diukur pohon yang akan ditanam dan dirawat, bahkan kita juga berencana akan membuat pengelolaan pohon berbasis aplikasi,” katanya.

Menurut Agung, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membuat pembangunan hijau lebih terukur. Program penghijauan tidak hanya berhenti pada kegiatan penanaman, tetapi dilanjutkan dengan pemantauan dan perawatan dalam jangka panjang.

Selain kerja sama di bidang lingkungan, Pemko Pekanbaru juga berencana menjajaki kerja sama dengan Malaysia dan Thailand di bidang kesehatan. Salah satu gagasannya adalah mengembangkan kerja sama rumah sakit dengan konsep yang terintegrasi dengan kegiatan wisata.

Rangkaian pertemuan IMT-GT di Pekanbaru telah resmi ditutup. Malaysia ditetapkan sebagai negara yang akan menjadi tuan rumah pelaksanaan berikutnya.

Bagi Agung, berakhirnya forum tersebut bukan berarti berakhir pula kerja sama yang telah dibangun. Ia berharap semangat kolaborasi dapat terus dilanjutkan melalui berbagai program konkret yang memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan di kawasan IMT-GT.

“Kesimpulannya adalah secara bersama kita sepakati bahwa menjaga alam sama artinya dengan meninggalkan masa depan yang baik untuk anak-anak kita ke depan,” kata Agung.

Ia menegaskan, penyelenggaraan IMT-GT di Pekanbaru menjadi momentum untuk mengembalikan semangat kolaborasi lintas negara, khususnya dalam menghadapi tantangan pembangunan perkotaan dan lingkungan yang semakin kompleks.

“Jadi dengan Pekanbaru dijadikan sebagai tuan rumah IMT-GT ini, kita kembalikan semangat kolaborasi lintas negara,” tutupnya.

 

Reporter : Sahrim M. Sihotang

Foto       : GRL

Tags:
Maton house blok D nomor 7 Jl Bakti VI, Kelurahan Tengkerang Barat
Phone: 082269559867
Copyright @2026. Green Radio Line