Green Radio Line, Pekanbaru - Eko Yunanda resmi terpilih sebagai Direktur Eksekutif Daerah Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Riau periode 2025–2029. Ia menegaskan bahwa empat tahun ke depan akan menjadi masa penuh tantangan bagi gerakan lingkungan hidup dan rakyat Riau.
“Ruang kelola rakyat semakin sempit digerus korporasi. Hubungan mesra antara pemerintah dan korporasi membuat rakyat kian terpinggirkan,” kata Eko Yunanda dalam keterangan tertulis yang diterima Greenradioline, Selasa (28/10/2025).
Eko menekankan pentingnya memperkuat solidaritas dan kemandirian organisasi untuk menghadapi tekanan korporasi dan lemahnya keberpihakan negara terhadap rakyat. Ia juga memastikan, rumah gerakan Walhi Riau akan menjadi rumah yang aman bagi pejuang lingkungan hidup di Riau, tempat bagi aktivis, masyarakat, dan seluruh komponen gerakan rakyat memperjuangkan hak atas lingkungan hidup yang berkelanjutan.
Eko menyatakan, Walhi Riau akan selalu bersama masyarakat adat, petani, nelayan, buruh, perempuan, orang muda. Gerakan kerakyatan harus menjadi garda terdepan membela hak asasi manusia, mencegah kerusakan lingkungan, serta menghentikan dominasi industri ekstraktif.
Ia juga menegaskan bahwa dalam empat tahun ke depan, Walhi Riau akan fokus membangun organisasi yang lebih mandiri, transparan, inklusif, dan demokratis melalui kerja kolektif seluruh anggotanya. Selain memperkuat tata kelola organisasi, Eko berkomitmen meningkatkan kualitas kader Walhi Riau dan kader rakyat melalui pendidikan kritis di bidang lingkungan dan hak asasi manusia.
“Walhi Riau akan terus memperluas jaringan solidaritas, dari tingkat tapak hingga nasional, untuk mengadvokasi gerakan rakyat. Tantangan kita besar, tapi solidaritas dan semangat kolektif adalah kekuatan utama,” tegasnya.
Terpilihnya Eko Yunanda diumumkan dalam Pertemuan Daerah Lingkungan Hidup (PDLH) VII Walhi Riau yang digelar di Pekanbaru pada 23–25 Oktober 2025. Forum tertinggi Walhi di tingkat daerah ini menjadi ajang evaluasi capaian organisasi, pembahasan arah program strategis, serta pemilihan kepemimpinan baru.
Forum diikuti oleh 12 organisasi anggota penuh Walhi Riau, serta sejumlah perwakilan anggota kultural dan undangan sebagai peserta peninjau. Selain memilih Direktur Eksekutif Daerah, forum juga menetapkan lima anggota Dewan Daerah Walhi Riau, yaitu Kunni Masrohanti, Andri Alatas, Jay Jasmi, Darwis Jon Viker, dan Emi Andriati.





