Green Radio Line, Pekanbaru - Boy Jerry Even Sembiring menyatakan, Walhi akan menjadi rumah bagi kaum pergerakan, tempat berkonsolidasi, merumuskan ide, sekaligus memantik perlawanan rakyat di berbagai tempat.
Ia menegaskan, kerja bersama akan dijalankan tidak hanya oleh 29 kantor daerah dan 529 anggota Walhi. Tetapi juga dengan gerakan perempuan, anak muda, masyarakat adat, kelompok tani, nelayan, hingga kelompok disabilitas. “Kami percaya kerja kolektif secara politik akan memberi tekanan besar kepada pemerintah,” ujarnya.
Dalam pidatonya di acara konfrensi pers, Boy menyampaikan sikap tegas Walhi untuk melawan kebijakan negara yang tidak berpihak pada rakyat dan lingkungan. Meski demikian, ia menegaskan Walhi tetap membuka ruang dialog dengan pemerintah terkait perlindungan lingkungan hidup dan pengakuan masyarakat adat. “Kami akan hadir di barisan rakyat, memperkuat gerakan, dan memaksa negara kembali pada mandat konstitusionalnya,” katanya.
Forum PNLH XIV juga menetapkan tujuh nama anggota Dewan Nasional baru yang akan bekerja bersama Boy. Ketujuh anggota terpilih Dewan Nasional Walhi diantaranya Arie Rompas, Ali Akbar, Muhammad Isnur, Muhammad Juaini, Pantoro Tri Kuswardono, Rizki Anggriana Arimbi, dan Rustandi Adriansyah.
Pemilihan kepemimpinan baru ini berlangsung secara terbuka dan disepakati secara aklamasi oleh 487 anggota Walhi yang hadir.Sejalan dengan arah politiknya, Boy menegaskan, Walhi akan tetap menjadi kelompok politis namun non partisan. Dibawah nahkoda kepemimpinannya, Walhi akan berupaya membangun blok politik kerakyatan. Tujuannya memberi tekanan kepada partai politik agar menyuarakan penderitaan rakyat di parlemen. Namun tanpa terlibat dalam partai politik manapun.
Boy Even Sembiring juga menegaskan soal narasi anti kapitalis. Baginya, kedepan Walhi nasional akan tetap teguh pada sikap menolak praktik ekonomi ekstraktif yang merusak ekosistem lingkungan dan hanya menguntungkan segelintir elite saja. Ia berkomitmen, Walhi akan mendokumentasikan kisah-kisah masyarakat yang mampu hidup tanpa ekonomi ekstraktif. Menjadikannya sebagai inspirasi dan membangun keyakinan publik bahwa ada alternatif lain yang adil dan berkelanjutan.
Selain itu, forum PNLH XIV juga menekankan pentingnya mendorong pengesahan RUU Kasyarakat Adat dan RUU Keadilan Iklim sebagai agenda strategis nasional. Kedua regulasi itu dinilai penting untuk menjawab krisis ekologis dan menjamin perlindungan hak-hak rakyat di tengah ancaman perubahan iklim dan perampasan ruang hidup.Dengan arah baru ini, Walhi akan menjadi lebih dari sekadar organisasi advokasi lingkungan. Boy menginginkan Walhi menjelma sebagai rumah perlawanan rakyat yang kuat. Berubah menjadi wajah garang yang berani menghadapi negara ketika kebijakan lahir dari logika militeristik dan ekstraktif.
“Kami akan lahir dengan narasi anti-kapitalis, kami tidak setuju dengan apa yang dilakukan pemerintah saat ini, dan kami akan memastikan setiap praktik penggusuran, kekerasan, dan pendekatan militeristik akan kami lawan bersama rakyat,” pungkas Boy.
Sebelum terpilih sebagai Direktur Eksekutif Nasional, Boy Jerry Even Sembiring menjabat sebagai Kepala Departemen Advokasi Kebijakan dan Pembelaan Hukum Eksekutif Nasional Walhi. Kemudian, ia juga pernah menjabat sebagai Direktur Eksekutif Walhi Riau tahun 2021 hingga 2025. Posisi yang selama ini membawanya terlibat langsung dalam advokasi lingkungan dan pembelaan terhadap masyarakat terdampak di berbagai daerah.
Berita : Sahrim M. Sihotang





