Newsroom    18 September 2026

Bait Puisi Hutan Terbakar,Syair Melayu, Dan Bincang Bersama Begawan Sastra Singapura

Green Radio Line, Pekanbaru - Komunitas Seni Budaya (KSB) Rumah Sunting menggelar Bincang Sastra dengan mengusung tema ''Akar Puisi Nusantara; Karmina, Pantun, Syair dan Talibun''. Kamis (17/09/2026) menghadirkan narasumber Rohani Din (Bunda Anie Din).Begawan sastra Perempuan dari Singapura. Kegiatan diadakan di Ruang Ismail Suko, Perpustakaan Wilayah Soeman HS Provinsi Riau.

Selain Rohani Din sebagai narasumber, para pelaku sastra tersohor Riau hadir sebagai penaggap antara lain, Husnu Abadi, Aris Abeba, Fakhrunnas MA Jabbar, Dheni Kurnia, Kazzaini Ks, Mosthamir Thalib, Bambang Kariyawan, Murparsaulian, Hening Wicara, Hang Kafrawi, Furqon Elwe, dan Siska Armiza.

Kunni Masrohanti, pendiri KSB Rumah Sunting dalam Segalanya mengatakan, penyelenggara kegiatan ini didukung dan difasilitasi penuh oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau.

''Bincang Sastra ini terlaksana karena didukung dan difasilitasi penuh oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau. Tentu juga berkat dukungan dan keriangan hati para sastrawan Riau yang bersedia hadir bahkan menjadi penaggap, para seniman, budayawan, pimpinan komunitas dan banyak lainnya yang tidak bisa kami sebutkan satu-persatu. Salam takzim kami, terima kasih sekalung budi untuk semua,'' kata Kunni.

Pada kegiatan tersebut berkesempatan beberapa Instansi Pemerintah, memberi berbagai diawali Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Riau yang mewakili Kepala Bidang Pelayanan Perpustakaan Dokumentasi Informasi Zulkarnain ST, MT, Kepala Dinas Kebudayaan Riau meliputi Kepala Bidang Bahasa dan Seni Hj. Jahrona S.Sos, MM, Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau Dr Umi Kulsum SS, M.Hum dan Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Riau Kristanto Januardi, SS, MM

Sebelum masuk sesi perbincangan sastra, penonton disuguhkan penampilan salah satunya berbentuk Rampak Puisi berjudul “Negeri Kita" yang dibawakan para bocah cilik panti asuhan Muhammad Asqalani eNeSTe dari TBM Cahaya Rumah, disuarakan amat lantang dan penuh penghayatan, seketika penampilan tersebut menciptakan keheningan seolah tengah hanyut bersama dalam dunia sastra dan kenyataan Riau yang tengah tertutup Asap berulang setiap Tahunnya.

“Hutan terbakar”, “Sungai mengering”, “Intoksikasi anak-anak”

“Uhuk! uhuk!, “Negeri kita kaya,tapi kita tetap miskin” huhuhuhu!

Penampilan lainnya yak tidak kalah menarik Syair Melayu dibawakan oleh Wulandari.

Memasuki sesi bincang sastra, Bunda Anie Din memaparkan bagaimana Karmina, Pantun, Syair dan Talibun bisa menjadi akar sastra dan puisi Nusantara, siapa pun yang menguasai sastra lama, maka akan mudah menulis karya sastra lain termasuk puisi, cerpen dan novel.

Bunda Ani,sapaan setiap yang mengenalnya menceritakan bagaimana kondisi sastra Melayu khususnya di Singapura pada hari ini, “Sastra Melayu sangat diterima selama tidak menyinggung RAS dan Keagamaan”, jelasnya. Ia pun mengakui mendapat penghargaan dari Pemerintah Singapura berkat karya -karya Sastra yang ia lahirkan selama ini. 

Dalam sesi bincang sastra tersebut dipandu Kunni Mashrohanti, yang merupakan aktivis juga Presiden Penyair Perempuan. Bunda Ani, terlihat penuh semangat ditengah perbincangan ia ikut mendorong agar kegiatan menulis terus dilakukan, dihadapan para sastrawan Riau.

''Percayalah, siapa pun yang menguasai sastra klasik semacam pantun, karmina atau pantun kilat, syair dan talibun, ia akan sangat mudah untuk menulis puisi, cerpen ataupun novel. Tulislah, jangan tak tulis,'' kental dialek melayu, Iapun telah menulis novel terbaru, dengan judul Perempuan yang Dipapah Takdir .

Para penaggap secara bergantian pula menyampaikan pemikiran dan gagasan tentang sastra Melayu nusantara hingga puisi modern hari ini, menyelipkan rasa kagum terhadap Bunda, yang masih produktiv meskipun diusia lanjut.

Kegiatan ini menambah marak ruang bincang sastra yang menampilkan Syafruddin Saleh Sei Gergaji, Jasman Jaiman, Eko Ragil, Muhammad Asqalani Eneste, pimpinan beberapa komunitas seperti FTBM Kota Pekanbaru, FTBM Riau, FLP, Riau Sastra, TBM Cahaya Rumah, Green Radio line, Tirastime, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI)

Bincang sastra berakhir sore hari ditutup Bersama penampilan puisi oleh Komunitas Pena Terbang.

**Melepaskan

Foto: GRL

 

 

Tags:
Maton house blok D nomor 7 Jl Bakti VI, Kelurahan Tengkerang Barat
Phone: 082269559867
Copyright @2026. Green Radio Line